MASIH GUGUP BICARA DI DEPAN UMUM ??? APA KATA DUNIA ???

MARIO TEGUH- siapa yang tidak kenal dengan beliau. Motivator ulung yang sangat mahir berbicara di depan umum. akan tetapi banyak orang yang tidak mempunyai kepercayaan diri seperti beliau.

Ada suatu fakta yang mengejutkan! Di Amerika Serikat, ketakutan berbicara di depan umum menduduki rangking yang lebih tinggi dari pada takut kepada ketinggian. Berbicara di depan umum bahkan dianggap lebih menakutkan dari pada kematian. Bagi kebanyakan orang, berbicara di depan umum memang sangat menakutkan. Mereka tidak percaya diri untuk berbicara di depan umum. Orang yang kesehariannya cerewet luar biasa, dan kalau berbicara hampir-hampir tidak bisa dihentikan, dalam banyak kasus tidak mampu berbicara di depan umum. Begitu menakutkankah berbicara di depan umum?

Banyak orang beranggapan bahwa kemampuan berbicara di depan umum adalah bakat alam. Ada orang yang memang berbakat dan ada orang yang tidak berbakat. Orang-orang ini beranggapan bahwa para pembicara terkenal sudah dari kecil pandai berbicara di depan umum. Namun, fakta menunjukkan lain. Banyak pembicara hebat yang sebelumnya takut berbicara di depan umum. Mereka menjadi hebat karena belajar serius, mengamati pembicara sukses, mencobanya, dan belajar dari kegagalan maupun keberhasilan.

Tidak hanya sebagai pembicara, dalam kehidupan secara umum juga banyak orang sukses karena mencoba, berusaha, dan belajar dari pengalamannya. Jadi di sini, tampaknya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa untuk menjadi pembicara hebat kita bisa belajar. Nothing is impossible. Every thing can be learned. Kalau begitu, untuk menjadi percaya diri juga bisa dipelajari? Iya benar. Untuk itu, mari kita pelajari bagaimana supaya kita percaya diri (PeDe) saat berbicara di depan umum.

Mengapa Tidak Pede?

Orang yang tidak pede adalah orang yang memiliki keyakinan bahwa mereka tidak akan mampu mengerjakan dengan baik sesuatu yang mereka akan kerjakan, sedangkan kondisi sebenarnya tidaklah seburuk itu. Mereka juga merasa bahwa mereka tidak tepat pada suatu kondisi dan situasi tertentu. Dengan kata lain, orang yang tidak pede adalah orang yang menilai dirinya sendiri lebih rendah dari situasi sebenarnya (down grade, undermine). Jadi, orang yang tidak pede tidak mampu secara objektif menilai dirinya sendiri.

Perhatikan penampilan

Disukai atau tidak, kita sudah dinilai orang lain bahkan sebelum kita mengucapkan satu patah kata pun. Manusia secara otomatis membuat impresi dari penampilan kita. Oleh karena itu, gunakanlah pakaian yang menunjukkan bahwa kita adalah orang yang pintar dan perkataan kita dapat dipercaya. Perhatikan juga komunitas yang akan kita datangi .

Jangan memikirkan hal-hal lain sebelum naik panggung

Berbicara di depan umum akan mendatangkan tekanan. Saat kita stress, otak cenderung memikirkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan saat ini (berbicara di depan umum), seperti, “apa mobil sudah dikunci?”, “apakah kompor sudah dimatikan?”, atau “apakah e-mail dari rekan kerja sudah dibalas?” Jika banyak pikiran yang hadir dalam kepala kita sebelum berbicara di depan umum, kita akan makin nervous dan kehilangan kepercayaan diri. Untuk mengatasinya, ambillah beberapa saat sebelum naik ke podium untuk menenangkan diri. Kembalikan fokus kepada apa yang akan kita bicarakan.

Lakukan persiapan dengan matang

Apa yang kira-kira akan kita rasakan saat sudah di atas podium, dan menemukan kalau komputer tidak bisa dinyalakan, microphone mati, atau kertas catatan tidak terbawa? Tentu kita akan merasakan stress, bahkan setelah masalah itu terselesaikan. Oleh karena itu, pastikan semua alat bantu yang akan digunakan sudah siap, setidaknya setengah jam sebelum presentasi dimulai.

Bayangkan jalannya presentasi

Membayangkan proses dari sesuatu yang akan kita jalankan terbukti dapat membantu kita meningkatkan performa saat melakukannya. Oleh karena itu, ada baiknya kita membayangkan bagaimana jalannya presentasi sebelum naik ke panggung. Ingat-ingat lagi alur yang akan kita bawakan, data-data yang akan kita berikan, dan humor-humor (kalau ada) yang akan kita lemparkan.

Berikan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan pendengar

Hemorrhage adalah saat darah tersumbat di pembuluh, sehingga pembuluh tersebut pecah.” Orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sains pasti akan mengernyitkan dahi mendengar kalimat di atas. Tapi, bahkan orang tak berpendidikan dapat mengerti Hemorrhage jika kita menggambarkannya seperti “Jembatan yang macet total, tapi dari arah belakang mobil terus berdatangan. Sehingga akhirnya jembatan tersebut ambruk.” Sesulit apa pun penjelasan kita akan dengan mudah diterima jika ada ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan malas mencari ilustrasi agar penjelasan kita mudah diterima.

Perhatikan latar pendidikan dan sosial pendengar

Seorang pengajar koperasi untuk pelaku usaha kecil di pelosok Indonesia menyimpulkan bahwa daya tangkap seseorang dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan tingkat kesejahteraan ekonominya. Oleh karena itu, kecepatan perpindahan materi dan tingkat kesulitan penggunaan istilah harus disesuaikan dengan pendengar yang kita hadapi.

Perbanyak “jam terbang”

Practice makes perfect.” Maka, ambillah setiap kesempatan untuk berbicara di muka umum. Selain kita jadi tahu strategi apa yang tepat untuk kita, tingkat stress juga akan menurun saat kita makin terbiasa berbicara di depan umum.

Ini suatu keterampilan, sehingga semakin sering dan semakin terlatih kita dalam melakukan hal tersebut, semakin kita memiliki amunisi alasan yang cukup agar kita menjadi “pede”.

Mau mencoba latihan ini? Silakan. Rasakan perubahannya. Selamat mencoba.

Pustaka Terapi

  1. http://ruangpsikologi.com/tips-tips-berbicara-di-depan-umum
  2. http://www.andaluarbiasa.com/supaya-pede-berbicara-di-depan-umum-1
  3. Hammond, Jon. (2006). Pond Life: Creating the ‘Ripple Effect’in Everything You Say and Do. UK: Wiley.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s